Bahasa Indonesia
English
You are here
Tingkatkan Kebugaran Anak Disabilitas Intelektual, Tim Pengabdi Gelar Edukasi bagi Guru MGMP PJOK Adaptif se-DIY di SLB N 1 Bantul
Primary tabs

Bantul, 24 Juni 2026 – Dalam upaya mengoptimalkan kebugaran jasmani anak dengan disabilitas intelektual, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai oleh Prof. Dr. Sumaryanti, M.S., bersama anggota tim Atikah Rahayu dan Eka Novita Indra, menyelenggarakan program edukasi bertajuk "Kombinasi Skipping Step dan Jalan terhadap Kebugaran Jasmani Anak Disabilitas Intelektual dengan Pendekatan Course Review Horay". Kegiatan pembekalan ini ditujukan bagi guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Adaptif di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Ruang Yudistira, SLB N 1 Bantul.
Pelaksanaan program PkM ini dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada Tahap Persiapan, Prof. Sumaryanti beserta tim berkoordinasi secara intensif untuk mematangkan rancangan kegiatan, menyusun materi edukasi, menyiapkan bahan pendukung pembelajaran adaptif, serta merumuskan instrumen evaluasi yang tepat sasaran.
Memasuki Tahap Pelaksanaan, tim pengabdi memaparkan alur kegiatan dan materi edukasi secara komprehensif. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh 55 orang guru MGMP PJOK Adaptif yang mewakili berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SLB Negeri/Swasta, SMP, SMA, SMK, hingga MTsN LB se-DIY. Dukungan penuh terhadap acara ini juga ditunjukkan dengan hadirnya Kepala Sekolah, tim kurikulum, dan jajaran staf SLB N 1 Bantul yang turut berpartisipasi menyukseskan jalannya kegiatan edukasi.
Pendekatan Course Review Horay digunakan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif bagi para pendidik, sehingga materi terkait modifikasi gerak adaptif dapat diserap dengan maksimal. Fokus utama edukasi adalah membedah implementasi kombinasi gerak skipping step dan jalan sebagai bentuk latihan aerobik yang dimodifikasi khusus untuk menyesuaikan karakteristik anak dengan disabilitas intelektual.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan Tahap Evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman dan efektivitas program. Tim pengabdi mendistribusikan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 20 butir pertanyaan komprehensif. Instrumen evaluasi ini mencakup berbagai indikator penting, mulai dari konsep dasar kebugaran jasmani, daya tahan jantung-paru, manfaat aktivitas fisik teratur, hingga prinsip utama olahraga bagi anak disabilitas. Selain itu, kuesioner juga menggali pemahaman peserta mengenai karakteristik anak disabilitas intelektual, modifikasi dan adaptasi pembelajaran PJOK, peran strategis guru, serta urgensi kombinasi gerak skipping dan jalan dalam meningkatkan kualitas hidup dan kebugaran siswa berkebutuhan khusus.
Melalui serangkaian kegiatan yang terstruktur ini, diharapkan para guru PJOK Adaptif di DIY dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat secara langsung di sekolah masing-masing, guna mewujudkan pembelajaran olahraga yang lebih inklusif, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kebugaran anak disabilitas intelektual.
Kontak PPs FIK UNY
Copyright © 2026,