Ujian terbuka program doktor (S3) Ilmu Keolahragaan

BERITA

Ujian terbuka program doktor (S3) Ilmu Keolahragaan kembali menorehkan capaian akademik yang membanggakan. Mahasiswa S3, Vistor Syapri Maulana, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Servis Berbasis Metode Teaching Progressing untuk Meningkatkan Ketepatan Servis Pemain Tenis Kursi Roda” dalam sidang terbuka yang berlangsung khidmat dan penuh apresiasi dari para penguji. Dalam paparannya, Dr. Vistor Syapri Maulana menghadirkan inovasi berupa model latihan teknik dasar servis yang dirancang secara sistematis dengan pendekatan teaching progressing. Model ini dikembangkan melalui tahapan bertingkat yang memungkinkan atlet memahami dan menguasai teknik servis secara lebih terstruktur, adaptif, dan mudah diterapkan dalam latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan yang dikembangkan terbukti memiliki tingkat kelayakan yang tinggi, bersifat interaktif, serta efektif dalam meningkatkan ketepatan servis pada atlet tenis kursi roda. Pendekatan ini tidak hanya menekankan aspek teknik, tetapi juga memperhatikan karakteristik khusus atlet disabilitas, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih inklusif dan optimal. Para penguji memberikan apresiasi atas kontribusi ilmiah yang dihasilkan, terutama dalam memperkaya khazanah keilmuan di bidang keolahragaan adaptif. Inovasi ini dinilai mampu menjawab kebutuhan praktis di lapangan sekaligus memperkuat landasan akademik dalam pembinaan olahraga disabilitas. Penelitian ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan ilmu keolahragaan, khususnya dalam konteks olahraga adaptif. Dengan adanya model latihan yang teruji secara ilmiah, diharapkan pembinaan atlet tenis kursi roda dapat dilakukan secara lebih sistematis, efektif, dan berbasis bukti (evidence-based), sehingga mampu meningkatkan performa atlet secara berkelanjutan. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen program studi Ilmu Keolahragaan dalam menghasilkan lulusan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendorong terwujudnya olahraga yang inklusif dan berkeadilan bagi kalangan.