Bahasa Indonesia
English
You are here
Edukasi dan Pendampingan Zone Zero Exercise: Upaya Preventif Cedera bagi Petenis Veteran Wonogiri
Primary tabs

.
Yogyakarta, 10 Agustus 2026 – Sebanyak 42 petenis veteran yang tergabung dalam organisasi BAVETI (Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia) Kabupaten Wonogiri mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Edukasi dan Pendampingan Zone Zero Exercise sebagai Upaya Pencegahan Cedera dan Pemeliharaan Kebugaran". Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, di Lapangan Tenis Pemda ini menghadirkan pendekatan ilmiah khusus bagi atlet tenis usia lanjut. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua BAVETI Kabupaten Wonogiri, Bapak Sukarjana, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim pengabdi dari perguruan tinggi atas perhatiannya terhadap kondisi fisik dan kesehatan para petenis veteran. "Kami sangat bersyukur adanya pendampingan ini. Para veteran tentu memiliki keterbatasan fisik dibanding masa muda, tetapi semangat berolahraga tetap tinggi. Ilmu tentang Zone Zero Exercise ini sangat baru bagi kami dan sangat bermanfaat untuk mencegah cedera," ujar Pak Sukarjana di hadapan peserta. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh ketua tim pengabdi, Prof. Dr. Widiyanto, M.Kes. Beliau menjelaskan bahwa Zone Zero Exercise adalah konsep latihan pada intensitas sangat rendah hingga rendah yang difokuskan pada peningkatan mobilitas sendi, keseimbangan, dan koordinasi gerak, tanpa membebani sistem kardiovaskular dan muskuloskeletal secara berlebihan. "Petenis veteran memiliki risiko tinggi terhadap cedera tendon, kram otot, dan nyeri sendi akibat repetisi gerakan dan penurunan elastisitas jaringan. Melalui Zone Zero Exercise, kami mengajarkan bagaimana tetap aktif dan bugar namun dengan risiko cedera mendekati nol—itulah makna 'Zero' di sini," jelas Prof. Widiyanto di hadapan peserta yang antusias. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung di lapangan. Para peserta diajak melakukan serangkaian gerakan peregangan dinamis, latihan proprioseptif, dan simulasi gerakan servis serta footwork dengan ritme lambat terkontrol. Tim pengabdi juga memberikan pendampingan individual untuk menyesuaikan latihan dengan kondisi fisik masing-masing peserta. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru bahwa berlatih tenis di usia veteran tidak harus selalu dengan intensitas tinggi. Salah satu peserta, Bapak Sugeng (62 tahun), mengungkapkan, "Selama ini saya pikir semakin keras latihan semakin baik. Ternyata ada cara cerdas agar tetap bermain tenis tanpa nyeri lutut dan bahu. Ini sangat membuka mata." Di akhir kegiatan peserta diminta mengisi angket sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan kegiatan PkM. Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi program berkelanjutan, mengingat antusiasme peserta yang sangat tinggi dan kebutuhan akan pendampingan rutin bagi komunitas olahraga veteran di Wonogiri. Dengan pendekatan ilmiah yang tepat, para petenis veteran tetap dapat menikmati olahraga kesayangan mereka secara aman, nyaman, dan menyehatkan hingga usia senja.
Kontak PPs FIK UNY
Copyright © 2026,